Minggu, 18 Januari 2015

JANGAN LANGSUNG MENYIKAT GIGI SETIAP SELESAI MAKAN!

Menyikat gigi secara teratur dan dengan cara yang tepat bisa membantu kita menjaga kebersihan dan kesehatan gigi. Bahkan, beberapa orang terbiasa untuk menyikat gigi lebih dari dua kali setiap hari, misalnya setiap kali selesai makan.

Setiap selesai makan, biasanya ada saja sisa makanan yang menempel, maka untuk menjaga gigi tetap bersih dan napasnya segar, banyak orang yang menggosok giginya setiap kali selesai makan. Setelah menyikat gigi, pasti gigi dan mulut akan terasa lebih segar dan percaya diri. Namun, sayangnya, kebiasaan ini justru akan berbahaya untuk gigi.

Kebiasaan ini akan membuat gigi menjadi rapuh, mudah berlubang, dan keropos. Proses ini bisa terjadi karena kadar asam yang sangat tinggi di dalam mulut. Normalnya, kadar keasaman di mulut memiliki pH netral yang berkisar antara 6-7. Namun, masuknya makanan ke dalam mulut akan menurunkan pH mulut dan menjadi semakin asam. Kandungan asam di mulut ini akan diperparah dengan jenis makanan yang disantap, karena beberapa jenis makanan dan minuman memiliki derajat keasaman yang tinggi, seperti kopi, jus jeruk, susu, sampai kuning telur.

Batas pH kritis yang bisa ditoleransi oleh mulut adalah 5,5. Maka, saat makanan yang punya derajat keasaman yang tinggi masuk ke dalam mulut, rongga mulut akan semakin asam dan menyebabkan terjadinya erosi gigi dan proses demineralisasi (proses perubahan sisa makanan menjadi asam oleh bakteri dalam mulut).

Kondisi asam di mulut ini sebenarnya akan diperparah lagi dengan proses menyikat gigi. Saat menyikat gigi dalam kondisi mulut yang sangat asam akan mengikis gigi dan membuatnya jadi keropos. Karena saat menyikat gigi secara tak langsung akan mendistribusikan lapisan asam ke seluruh permukaan gigi.

Sewaktu kita makan mungkin saja mulut akan mengalami kondisi yang sangat asam dengan pH mencapai 4,5. Hal ini akan membuat pasta gigi yang bersifat basa (untuk menetralkan asam) tidak berfungsi maksimal. Akan tetapi, hal ini bukan berarti bahwa Anda tak boleh menyikat gigi setelah makan. Hanya saja, tunggu sampai kondisi mulut kembali seperti semula (netral), atau minimal memiliki pH 5,5 melalui proses alami yang terjadi di dalam mulut. Setelah kondisi mulut mendekati batas keasaman yang netral, maka sikatlah gigi seperti biasa.

Biasanya, kondisi mulut akan kembali normal setelah 15 menit. Maka, biasakan untuk menggosok gigi paling tidak 15 menit setelah makan agar gigi tak mudah keropos karena asam. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberi nilai tambah. Salam sehat gigi dan rongga mulut. | www.DokterGigiSurabaya.co.id


WHITENVY® dental:
Singgasana Hotel Surabaya
Jl. Gunungsari, Surabaya 60224
+6281234888296
+623171433996

Jl. Ketintang Baru IV/ 60, Surabaya 60231
+62817373783
+623171403020

WAKTU PRAKTIK:
Senin - Jumat: 9:00 - 21:00 wib
Sabtu: 9:00 - 21:00 wib
Minggu: Maaf, kami tutup.

-----
ASK THE DENTIST ~ 24 jam konsultasi gigi bersama drg. Lauren White via BlackBerry pin:28CBB1B1 & WhatsApp: +6282141600474
-----

Sabtu, 17 Januari 2015

PERGILAH KE DOKTER GIGI SEBELUM SAKIT GIGI

Pepatah "sedia payung sebelum hujan" menjadi ungkapan yang paling pas dalam hal kesehatan gigi. Pemeriksaan gigi secara rutin, meski gigi dalam kondisi baik, akan mendeteksi gangguan di gigi dan mulut lebih dini. Hal tersebut akan menghemat biaya pada akhirnya.

Penyakit gigi dan rongga mulut merupakan penyakit yang mudah dicegah dengan rutin memeriksakan gigi ke dokter setiap 6 bulan sekali. Jika dalam dua kunjungan gigi dan rongga mulut dalam kondisi baik bisa dijadwalkan kontrol setahun sekali. Selain pemeriksaan gigi, menyikat gigi secara teratur pada waktu yang tepat juga bisa membantu mecegah sakit gigi.

Sikat gigi dua kali sehari pada waktu yang tepat akan menurunkan risiko gigi berlubang sampai 50%. Hal tersebut seharusnya sudah menjadi kebiasaan baik yang terbentuk sejak dini sampai akhir hayat. Kebiasaan baik dalam menjaga kesehatan gigi akan terasa manfaatnya tidak hanya bagi kesehatan gigi tapi juga tubuh secara keseluruhan.

Gigi selama ini hanya dilihat dari giginya saja. Padahal kaitannya luar biasa ke organ-organ tubuh lain. Kesehatan gigi dan rongga mulut merupakan investasi masa depan. Beberapa penyakit pada organ tubuh yang jauh dari mulut, seperti jantung, otak, atau kaki, ternyata juga banyak yang dipicu oleh gangguan pada gigi dan rongga mulut.

Sekitar 60% pasien biduran ternyata disebabkan oleh karies gigi yang tidak tertangani dengan baik. Momentum Hari Kesehatan Gigi Sedunia yang diperingati setiap 20 Maret, dijadikan PDGI untuk mengingatkan pentingnya pencegahan masalah gigi lebih awal dan membiasakan pola hidup sehat sejak dini.

Memelihara gigi tetap sehat bukan hanya menekan biaya pengobatan tapi juga menghindari masalah gigi dan rongga mulut, bahkan penyakit di organ tubuh lain yang lebih luas. Mulailah sedari dini, mulailah dari sekarang. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberi nilai tambah. Salam sehat gigi dan rongga mulut. | www.DokterGigiSurabaya.co.id


WHITENVY® dental:
Singgasana Hotel Surabaya
Jl. Gunungsari, Surabaya 60224
+6281234888296
+623171433996

Jl. Ketintang Baru IV/ 60, Surabaya 60231
+62817373783
+623171403020

WAKTU PRAKTIK:
Senin - Jumat: 9:00 - 21:00 wib
Sabtu: 9:00 - 21:00 wib
Minggu: Maaf, kami tutup.

-----
ASK THE DENTIST ~ 24 jam konsultasi gigi bersama drg. Lauren White via BlackBerry pin:28CBB1B1 & WhatsApp: +6282141600474
-----

MENGENAL SPESIALISASI DOKTER GIGI

Dokter gigi spesialis adalah dokter gigi yang mengkhususkan diri dalam bidang ilmu kedokteran gigi tertentu. Seorang dokter gigi umum harus memperoleh gelar sarjana kedokteran gigi (SKG) selama kurang lebih 8 semester, dilanjutkan dengan kerja praktik di Rumah Sakit Gigi dan Mulut selama kurang lebih 2 tahun, serta setelah melewati berbagai ujian, barulah ia berhak memperoleh gelar dokter gigi (drg).

Selanjutnya, pendidikan profesi dokter gigi spesialis (PPDGS) merupakan program pendidikan profesi lanjutan dari pendidikan dokter gigi umum. Berikut ini adalah spesialisasi dokter gigi yang ada di Indonesia:
  1. Spesialis Bedah Mulut (SpBM): Pendidikan dokter gigi spesialis bedah mulut ditempuh selama 10 semester. Keahlian yang dimiliki oleh seorang SpBM adalah melakukan tindakan bedah rahang, penanaman implan gigi, operasi gigi bungsu dengan berbagai faktor penyulit, operasi tumor dan keganasan pada kepala, leher, dan rongga mulut, tindakan perawatan celah bibir dan langit-langit mulut, bedah koreksi asimetri wajah, bedah sendi rahang, dan sebagainya
  2. Spesialis Kedokteran Gigi Anak (SpKGA): Pendidikan dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak ditempuh selama 5 semester. Keahlian yang dimiliki oleh seorang SpKGA adalah menangani seluruh masalah kesehatan gigi anak, mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan gigi-gigi mereka, membantu mereka menghindari masalah kesehatan gigi di masa yang akan datang dengan pendekatan sesuai psikologis anak, sehingga anak tidak akan mengalami trauma untuk pergi ke dokter gigi. 
  3. Spesialis Konservasi Gigi (SpKG): Pendidikan dokter gigi spesialis konservasi gigi ditempuh selama 5 semester. Keahlian yang dimiliki oleh seorang SpKG adalah perawatan dan pencegahan gigi berlubang, penambalan gigi sesuai dengan kasus (pembuatan veneer, mahkota, pasak, onlay, inlay), perawatan gigi berlubang dalam yang sudah mencapai ke ruang saraf dan pembuluh darah gigi (perawatan saluran akar gigi), dentin hipersensitif, fraktur mahkota gigi, lesi karies radiasi, gigi avulsi, bedah endodontik, pemutihan gigi eksterna dan interna, dan sebagainya.
  4. Spesialis Penyakit Mulut (SpPM): Pendidikan dokter gigi spesialis penyakit mulut ditempuh selama 5 semester. Keahlian yang dimiliki oleh seorang SpPM adalah perawatan kesehatan mulut pada pasien kompromis medik dan diagnosis serta pengelolaan non bedah pada kelainan  atau penyakit yang mengenai regio mulut dan sekitarnya, manifestasi penyakit sistemik di rongga mulut serta perawatan kesehatan gigi dan mulut bagi pasien kompromis medik. Perawatan luka, sariawan yang tak kunjung sembuh, dan tonjolan pada jaringan lunak mulut yang disebabkan berbagai penyakit sistemik merupakan salah satu contoh keahlian SpPM.
  5. Spesialis Ortodonsia (SpOrt): Pendidikan dokter gigi spesialis ortodonsia ditempuh selama 5 semester. Keahlian yang dimiliki oleh seorang SpOrt adalah mendiagnosa kelainan pertumbuhan dan perkembangan gigi dan wajah (dentofasial), serta cara penanggulangannya melalui upaya preventif, interseptif dan kuratif baik secara bedah maupun non-bedah, guna mengembalikan fungsi sistem pengunyahan dan estetika yang optimal.
  6. Spesialis Periodonsia (SpPerio): Pendidikan dokter gigi spesialis peridonsia ditempuh selama 5 semester. Keahlian yang dimiliki oleh seorang SpPerio adalah perawatan jaringan pendukung gigi, seperti perawatan gusi berdarah, gusi meradang, penurunan gusi, gigi-gigi yang goyang, menghilangkan karang gigi, bedah periodontal, dan sebagainya.
  7. Spesialis Prostodonsia (SpPros): Pendidikan dokter gigi spesialis prostodonsia ditempuh selama 5 semester. Keahlian yang dimiliki oleh seorang SpPros adalah pembuatan restorasi gigi asli dan atau penggantian gigi hilang beserta jaringan lunak rongga mulut dan maksilofasial dengan bahan pengganti buatan, antara lain pembuatan gigi tiruan cekat dan lepasan, pembuatan veneer, perawatan gangguan sendi rahang, pemasangan implan gigi, dan sebagainya.
  8. Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi (SpRKG): Pendidikan dokter gigi spesialis radiologi kedokteran gigi ditempuh selama 5 semester. Keahlian yang dimiliki oleh seorang SpRKG adalah menganalisa dan menginterpretasikan gambaran radiologi gigi.

Jadi mulai sekarang Anda tidak perlu bingung jika membaca tambahan gelar dokter gigi spesialis dibelakang namanya. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberi nilai tambah. Salam sehat gigi dan rongga mulut. | www.DokterGigiSurabaya.co.id


WHITENVY® dental
:
Singgasana Hotel Surabaya
Jl. Gunungsari, Surabaya 60224
+6281234888296
+623171433996

Jl. Ketintang Baru IV/ 60, Surabaya 60231
+62817373783
+623171403020

WAKTU PRAKTIK:
Senin - Jumat: 9:00 - 21:00 wib
Sabtu: 9:00 - 21:00 wib
Minggu: Maaf, kami tutup.

-----
ASK THE DENTIST ~ 24 jam konsultasi gigi bersama drg. Lauren White via BlackBerry pin:28CBB1B1 & WhatsApp: +6282141600474
-----